jump to navigation

self-motivation September 26, 2009

Posted by Mitha in Iseng tapi Bermakna.
Tags:
1 comment so far

Liburan udah mau selesai, tapi gw males bikin tugas…

Benar-benar ngga produktif deh gw..

Ayo dong mit, produktif! Ayok! Ayok jangan males melulu!!

bukannya..


atau

melulu!

AYO PRODUKTIF!

Eks-pek-ta-si. July 26, 2009

Posted by Mitha in Uncategorized.
5 comments

Cuma pengen sedikit bercerita, tentang opini yang sedari tadi berputar-putar di dalam kepala gw.

Here we go:

Well, what would you expect? Atau terjemahannya: Apa sih yang lo harepin? Hidup kita emang gak pernah lepas dari yang namanya “harapan”. Tiap hari, tiap bulan, bahkan tiap tahun, kita merangkai harapan-harapan baru yang entah itu adalah harapan yang benar-benar baru ataukah melanjutkan harapan yang belum tercapai sebelumnya. Setelah membuka mata di awal hari, ngga mungkin dong kita ngga naruh harapan sedikit pun atas hari tersebut. Misal, gw berharap hari ini gw ngga telat dateng ke kampus dan dapet parkir. See, that’s just a tiny little hope, but still called hope isn’t it?

Banyak. Banyak pastinya harapan-harapan yang pernah kita lisankan di dalam hati. Dari yang ngga penting, sampe yang menurut kita adalah harapan terbesar. Dari yang sangat mungkin tercapai, sampai yang sangat ngga mungkin tercapai. Meski begitu, kadang kita masih tetap berharap bukan?

Apalagi banyak banget kata-kata motivasi supaya kita kalo punya harapan itu ngga tanggung-tanggung. Ya sisi positifnya sih supaya kita jadi orang yang optimis, selangkah lebih maju karena kita terus berusaha mencapai harapan kita itu. Yaaahh, gitu lah. Banyak cara sebenernya buat mencapai harapan kita.

Tapi, ada satu masalah deh dari yang namanya “harapan”. Yaitu kalo kita kebanyakan harapan, atau istilah kimia-nya: Ngarep!

Kebanyakan ngarep adalah sifat buruk gw yang sulit untuk gw ubah. Dan karena itulah gw sering ngerasa bosen banget sama hidup gw. Dikit-dikit, bosen. Dikit-dikit, bosen. Dikit-dikit, boseeeeeeennnnn….!

Yeaahh! Begitulah gw. Kadang pengen deh jadi orang yang demen melakukan yang itu ituuuuuu aja. Nggak ada bosen-bosennya gitu. Ngga pengen hal hal baru, stick to one thing in his/her life. Soalnya ngga enak kalo tiap beberapa hari kita kudu cari sesuatu yang baru. Otherwise, I’ll end up going really crazy such as screaming to the pillow in my room. Huff!

Kembali ke ekspektasi.

Ada seorang temen gw bercerita, “Gw pindah ke sini tuh supaya bisa lihat dia tiap hari. Tapi.. dia ngga peduli!!”

Oke, terjemahannya adalah: temen gw udah bela-belain untuk pindah karena berharap bisa lebih deket sama orang yang dia sayang banget. Tentunya, temen gw ini menaruh harapan yang besar karena dia merasa satu ‘tempat’ dengan si doi. Then, what happens? She doesn’t care!

And the world ends (Ngga juga sih).

Nah, dari kasus di atas, gw mikir kalo ternyata, saat kita mulai merasa sayang sama seseorang. Hal yang pasti muncul adalah ‘berharap’. Apapun lah, berharap dalam hal apa pun. Bagus sih emang, semakin kita berharap, mungkin itu bisa jadi indikator ya seberapa dalam perasaan kita. Tapi jeleknya, kita jadi sering terlalu berharap akan hal-hal yang ‘WAH’. Jadi, sekalinya ngga ada sesuatu yang ‘WAH’ itu terjadi, kita otomatis langsung mikir kalo harapan kita ngga mungkin jadi kenyataan.

Misalnya temen gw deh, dia kan pengen bisa lebih deket tuh sama doi. Asumsikan kita bisa tahu bahwa takdirnya temen gw ini akan disapa sama doi di sore hari. Tapi, temen gw ini udah berharap sejak pagi hari. So pasti dong, dari pagi dia ngeliatin doi terus dengan tatapan penuh harap. Sayangnya, ngga ada apa-apa yang terjadi, lha akdirnya kan emang sore hari. Tapi karena temen gw udah terlanjur berharap, makanya dia merasa hari tersebut jadi lamaaaaaaaaaaaaa bgt…. Rasanya tuh males ngapa-ngapain, mood juga jadi jelek, terus beberapa orang kena semprot, dan pekerjaan laen malah jadi terbengkalai. Dia ngga tahu kalau aja dia ngga berharap, pasti sore hari akan lebih cepat datang, dan takdirnya juga akan sampai pada dia tanpa dia harus merasa ‘putus harapan’ dulu…

See? That’s the bad impact of your hope, fella! Karna, kalo emang takdirnya masih nanti, apa pun yang lo lakukan skarang ngga akan merubah takdir tersebut supaya waktunya menjadi lebih cepat, bukan?

Yah begitulah, sebaiknya kita memang menjadi manusia yang tidak banyak berharap. Karena sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, kan? Lagian, dengan ngga banyak berharap atau menurunkan kadar ekspektasi, kita bisa jadi lebih menikmati apa-apa yang terjadi dalam setiap detik kehidupan kita.

Kalau kita udah berharap hari ini menjadi hari yang seru, sebaiknya kita berhati-hati. Karena bisa aja gara-gara harapan itu, kita jadi cepet bosan kalau ternyata memang ngga ada kejadian seru di hari itu. Atau sebenarnya, ada hal yang seru, hanya saja, hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang kita ekspektasikan. Coba kalau kita ngga berharap apa pun untuk hari ini, yaaa, hanya berharap Allah akan melindungi kita dari marabahaya, itu cukup. Dijamin deh, kita akan menghargai momen apa pun yang terjadi di hari tersebut. Karena, kita ngga punya standar tertentu untuk sebuah momen, harus gini lah, harus gitu. Makanya, kita jadi ngga cepet bosan. Soalnya, seolah-olah kan standar kita sudah terpenuhi karena standar kita adalah enol. So, meskipun, momen yang terjadi adalah jika diberi nilai dari 1-10 hanyalah bernilai 1, kita ngga akan merasa jenuh atau bosan. Toh, yang kita harapkan adalah nol, bukan 2, jadi ngga masalah dong kalau cuma mendapat angka 1.

Kayaknya sih ya gampang untuk ngga berekspektasi apa-apa dalam sehari. Tapi, emang bisa ya? Kan manusia itu pada hakikatnya memang ngga lepas dari harapan. Bagi gw, untuk meng-enol-kan harapan, kayaknya masih susah banget deh. Gw masih juga sering terjebak dalam kebosanan yang bertubi-tubi. Ya kenapa? Karena gw mematok standar yang tinggi. Karena gw sering ekspektasi tinggi atas hari yang akan gw jalani nanti.

Mungkin, solusi yang gw tawarkan pada diri gw sendiri adalah: tetap menjadi gw yang banyak berharap, tapi mental gw juga harus siap kalau kalau kenyataan tidak sesuai dengan harapan gw, dan gw harus punya rencana lain in case harapan gw itu tidak mungkin terjadi. Nah dengan begitu, gw mungkin akan bisa menjalani hari-hari tanpa merasa bosen lagi, hehehe. Doakan aku yaaaa….

Nirlogis July 12, 2009

Posted by Mitha in Iseng tapi Bermakna.
2 comments

Seorang teman gw di Bogor pernah bercerita seperti ini:

“Temen gw itu, D, orangnya cantik, banyak yang suka… Terus dia tetep rendah hati meski dia tajir, wong dia lebih sering ke Singapore daripada ke Jakarta….”

Gw yang dulu: “Waaahh, hebat ya dia!”

Gw yang sekarang (baru kepikiran sebenernya): “Dodol, ga mungkin lah ke Singapore tanpa lewat jakarta! Secara mendingan juga naek pesawat dari bandara Soekarno-Hatta daripada dari bandara Husein di Bandung…”

Aduh, penonton, gw kok dulu percaya-percaya aja gitu ya sama cerita temen gw. Bukan salah temen gw lah, kali aja emang D itu beneran pergi ke SG (singapore) dari bandara Husein. Tapi, yang salah tuh gw, kenapa gw gak nanya atau mencoba konfirmasi sebenernya si D itu pergi lewat bandara mana? Kan konyol dong! :D

Ya mungkin temen gw tuh maksudnya: D lebih sering jalan-jalan ke SG daripada jalan-jalan ke  Jakarta. Mungkin gitu ya. Tapi gw ngga tau juga. Masa iya mau konfirm, tarohan orang yang cerita juga udah lupa. Sebenernya sih ngga terlalu masalah ya kalo bagi orang di sana, tapi bagi orang di sini, kayak gitu bisa jadi bahasan panjang…. Ya iya, soalnya kalimat gitu selain bisa dibilang nirlogis, juga ambigu. Ya ngga? Ya udahlah, salah gw juga ngga ngoreksi dia ;)

Ampun dah, gw juga ngga ngerti kenapa otak gw pernah se-mandek itu. Eh udah lama kok! Hampir satu tahun yang lalu malah, hahaha.

So, gw harus berpikir kritis lebih cepat dari biasanya nih. Biar nggak kayak orang bego lagi…

Hehehe.

***

Screwed June 26, 2009

Posted by Mitha in Notes Facebook.
3 comments

Posted on FaceBook : Saturday, May 16, 2009 at 1:51pm

“Eh? Kan harusnya gw belok kanan ya sap buat nganter lo?”

“Eh? Kelewatan ya widh kosan lo?”

Gebleg.
Dua kali gw kelewatan pas nganter temen gw, padahal gw yang bersedia nganter alias kemauan gw sendiri…
Sumpah kacau banget, gas rem sih masi inget (yg mana bagus juga sih) tapi tujuan gw ga inget mau kemana…

Kacau..
Kacau..
Hari ini pikiran gw kacau…
Gw sering memandang dengan tatapan kosong…

Ada apa sama diri gw??
Ada apa??

F1,
Mitha

Nice Stuff #3 June 23, 2009

Posted by Mitha in Ada apa di balik Lagu?.
2 comments

Aha! Biasalah, gw mau posting tentang lagu lagi, nih! Gw udah demen banget sama lagu ini sejak SMA. Tapi kayaknya ngga ada yang suka juga, jadinya sempet lupa sama lagu ini. Eh, entah mengapa malam ini gw inget lagi. (Ingatan gw udah kayak Hardisk External nh -_-)

brother bear
Welcome (Phil Collins)
Soundtrack: Brother Bear

Everyone’s invited, this is how we live
We’re all here for each other
happy to give
All we have we share
And all of us we care, so come on…

Welcome to our family time
Welcome to our brotherly time
We’re happy giving and taking
to the friends we’re making
There’s nothing we won’t do

Welcome to our family time
Welcome to our happy to be time
This is our festival
you know and best of all
We’re here to share it all

There’s a bond between us
nobody can explain
It’s a celebration of life
and seeing friends again
I’d be there for you
I know you’d be there for me too…
so come on

Welcome to our family time
Welcome to our brotherly time
This is our festival
you know and best of all
We’re here to share it all

Remembering loved ones departed
Someone dear to your heart
Finding love, and planning a future
Telling stories and laughing with friends
Precious moments you’ll never forget

This has to be the most beautiful
The most peaceful place
I’ve ever been to
It’s nothing like I’ve ever seen before
When I think of how far I’ve come
I can’t believe it…and yet I see it
In them I see family
I see the way we used to be

Come on…

Welcome to our family time
Welcome to our brotherly time
We’re happy giving and taking
to the friends we’re making
There’s nothing we won’t do

Welcome to our family time
Welcome to our happy to be time
This is our festival
you know and best of all
We’re here to share it all

Om Phil Collins emang ngga ada matinya, deh. Jatuh cinta banget gw sama suaranya, terus lirik lagu-lagunya yang ngena banget. Tapi gw cuma suka pas Om Phil ngisi soundtrack aja, Tarzan sama Brother Bear ini. Keren, keren banget.

Lagu ini yang gw suka tuh tentang kebersamaan. Gw suka aja, suka banget kebersamaan. Di saat rasanya kita bisa ngelakuin apa aja, bahkan doing nothing pun rasanya ngga apa-apa kalo sama orang yang nyaman sama kita. Dan pas lagu ini di puter di film Brother Bear, itu tuh pas adegan di sungai yang banyak ikan salmon gitu, lucu banget. Berasa banget kekeluargaannya, keharmonisannya. Iramanya juga enak banget deh ini lagu, ngasih kesan kalo kebersamaan itu emang menyenangkan… Terus gw jadi inget deh sama quotes yang di film Lilo and Stitch: “O’hana means family. Family means nobody gets left behind, or forgotten..”

Keluarga gw di masa depan kayak apa ya? ;)

***

3C: Cuma Cuap-Cuap June 23, 2009

Posted by Mitha in Uncategorized.
5 comments

Friendship Star

Di Facebook, gw pernah memajang status begini:

Persahabatan itu ialah saat dua orang berbicara ‘bahasa pemrograman’ yang sama….”

Sebenernya bisa aja cukup ‘bahasa yang sama’, tapi gw rasa lebih cocok ‘bahasa pemrograman yang sama’. Analoginya gini, misalnya sebuah robot, supaya dia bisa menjalankan perintah yang kita mau, otomatis ada programnya dong, dan programnya itu pake bahasa tersendiri yang memang bisa dipake untuk memrogram robot. Begitulah kira-kira. Kan ada tuh, bahasa pemrograman misal C++, C, assembly, basic, dan lain sebagenya.

Bahasa-bahasa tersebut punya kode-kode tersendiri untuk suatu perintah. Misal kalau mau robotnya jalan, kita harus menyetel motor DC dari robot itu ke posisi ON, atau high. Nah, penulisan alogaritma-nya untuk perintah tersebut dalam setiap bahasa pemrograman pastilah berbeda. Kalo berbeda bahasa, pasti bukan ngga mungkin lagi untuk ada sinkronisasi, malahan mustahil. Program yang ditulis dengan bahasa java ngga akan bisa dijalankan di kompilator (pembuat program) yang menggunakan bahasa C++.

Berdasarkan pengalaman gw, ternyata persahabatan itu memang tercipta saat dua orang seolah-olah menggunakan bahasa pemrograman yang sama. Jadi, karena program yang ditulis itu dengan bahasa yang sama, maka dari program yang satu dengan program yang lain bisa sinkronisasi. Kata ‘program’ di sini kita analogikan sebagai cara pikir atau mind set seseorang. Cara pikir seseorang itu selain sudut pandang dari suatu masalah juga mencakup tingkat ke-lebay-an seseorang. Oke, ini pendapat gw aja. Tapi, di saat gw berbicara sama temen gw yang tingkat ke-lebay-an-nya berbeda, gw merasa kurang nyambung aja sama orang itu.

Misal gini, temen gw salah ngitung jumlah orang yang mau ikut ada berapa. Lantas temen-temen gw yang laen abis itu menyalahkan temen gw yang salah itung tersebut. Dalam konteks bercanda maksudnya. Dan terus aja berlanjut saling menimpali candaan-candaan yang menyalahkan dia. Terus mereka tertawa. Tapi, entah mengapa, bagi gw itu ngga penting. Mendingan kita mikirin acara-nya nanti gimana, daripada sekedar bercanda gitu. Ya kalo bencanda sambil ngerencanain acaranya nanti sih ngga apa-apa, sambil menyelam minum air. Tapi kalo arah pembicaraan tuh ngga jelas, males aja gw.

See? Di situlah letak perbedaan ‘bahasa pemrograman’-nya. Saat cara pikir dua orang saling berbeda, nampaknya sulit untuk tercipta persahabatan.

Contoh lain, ada hubungannya dengan hobi. Gw menyenangi hal-hal yang berhubungan dengan komputer, makanya kadang seneng mengibaratkan sesuatu dengan istilah-istilah komputer. Nah, bagi yang ngga seneng komputer? Sekalipun ngerti, paling cuma ‘oohh’ aja atau menyatakan setuju, tapi pembicaraan ngga berlanjut.

Bisa juga saat lo curhat tentang masalah lo. Gw curhat ke tiga orang. Dan jawabannya tuh berbeda-beda:

  • “Ah, gitu aja dipikirin…”
  • “Ha? Maksudnya mit?”

atau

  • “Menurut gw, wajar memang kalau lo berpikir bla bla bla.. karena bla bla bla.. Gw juga pernah gitu ko…”

Gw akan memilih yang ketiga. Ya karena gw akan lebih nyaman kalo orang bilang begitu. Bisa dilihat bahwa pendapat yang berbeda tersebut berasal dari cara pikir mereka yang berbeda pula. Nah cara pikir inilah yang ibarat bahasa pemrograman. Mungkin orang pertama memakai bahasa pascal yang sederhana. Orang kedua ibarat memakai bahasa Basic, dan orang ketiga memakai bahasa assembly, panjang tapi detail (menurut gw loh). Jadi, di saat lo menemukan orang yang berbicara dan cara pikirnya cocok sama lo, sangat bisa dipastikan orang itu berbicara bahasa pemrograman yang sama dengan lo….

***

Nice Stuff #2 June 20, 2009

Posted by Mitha in Uncategorized.
5 comments

Sampe hari ini, euforia soal perjurusan TPB belom juga ilang. Gw masih juga gemar nulis di wall temen-temen nanyain pada di jurusan mana. Haha, lumayan, jadi koneksi ;) Lengkap dah semua jurusan ada. Yeah, kalo pada ber-sinkronisasi, bakal jadi sistem yang bagus, deg. (Lo emang cocok TI sebenernya mit)

Lagi iseng dengerin iTunes, eh nemu lagu Jepun yang satu ini. Feel Your Breeze by V6. Fyi, itu tuh sama yang nyanyi lagu Inuyasha yang Change the World. Suaranya gw suka deh, iramanya juga swing-swing gitu. Gw penasaran dong sama liriknya, dan ternyata bagus loh artinya…

Cekidot gan ;)

V6

Feel your breeze
Sung by: V6

I say, Feel your breeze, Anytime Anywhere in my heart
Feel your breeze, Never stop walking now oh~

It’s like the wind is piercing me
Those little worries you keep to yourself
I’m sure everyone has some now…

Of course the night is long
And you sink down deeply
When the sun rises up in the morning
Yes, it’ll be gleaming

Some day the future you dreamed of and now
Will be a little bit different
The tears shed for dreams will keep shining without fading
Your heart will always watch you
With the feelings that tear your heart apart
Feel all of your dreams eternally overflowing like those summer clouds

I say, Feel your breeze, Anytime Anywhere in my heart
Feel your breeze Never stop walking now oh~

There’s nothing that we can’t do
That’s what we think but
It’s hard to swallow in everyday life
And it quickly confuses us

Of course the dream is far off
And the sky grows hazy
But the wind softly carries our feelings

Some day in the future you dreamed of
We will become closer like we should
Always blown around by the wind let’s walk from here on
Your heart will always watch you
With the feelings that tear your heart apart
Feel all of  your dreams eternally overflowing like the seasons
Feel all of your dreams eternally overflowing like those summer clouds

I say, Feel your breeze, Anytime Anywhere in my heart
Feel your breeze, Never stop walking now, oh..

Translated by: Mina-P (Email: Minako@senshigakuen.com)

Gw post karena agak susah dapet link yang ada translation englishnya. Terus terang, gw suka deh liriknya. Tentang harapan gitu, atau impian lah. Mungkin bahasanya agak berat ya, analoginya juga lumayan tuh. Yang gw tangkep sih, mungkin apa yang kita impikan nanti kenyataannya berbeda, tapi air mata atau perasaan susah yang melanda kita selama mengejar impian itu, ngga akan sia-sia nantinya. Akan senantiasa bersinar dan tidak akan meredup. Gile gak nahan kan bahasanya.

Gw sih kurang ngerti maksudnya ‘breeze‘ itu apa di lagu ini. Artinya kan badai, apa mungkin meraih impian itu bagaikan menerjang sebuah badai? Haha, lantas kenapa ‘your breeze‘? Entahlah, di luar susahnya maksud lagu ini untuk di bahas (ampun deh mit, Qur’an malah kaga lo bahas), this song enak lho di dengerin. Yah, iseng aja kali ini. Iseng lagi, Iseng lagi. ;)

Quality Over Quantity June 19, 2009

Posted by Mitha in Iseng tapi Bermakna.
3 comments

hug

Saat kita cuma punya waktu sedikit sama orang yang kita sayang, kita ngga akan menyia-nyiakan waktu bersamanya meski sebentar.

Saat hanya tulisan dan suara yang bisa kita dapat dari orang itu, rasanya meski hanya sederet kalimat, tapi bisa menyentuh hati kita, atau lebih tepatnya hati gw.

Bokap gw, orangnya ngga banyak ngomong. Gw suka bingung kadang mau ngomong apa kalo cuma berdua sama beliau. Apalagi kalau udah di depan laptop atau tivi, susah banget diajak ngomong. Tapi ternyata itu yang ngangenin. Karena skarang cuma bisa lewat telpon sama email, rasanya cuma email dengan sederet kalimat aja, bisa membuat gw terharu siang ini. :( Beliau gw kasih tau perihal nilai, gw kasih tau gimana cara masuk web-nya segala macem. Ngga lama, ada email balesan. And it touch my heart so much, I don’t know why.

Kualitas di atas kuantitas. Meski cuma sederetan kalimat, tapi efeknya dalem. Cuma kalimat mengandung syntax “senang” dan “bangga” ternyata cukup membuat air mata gw berlinang saat bales email beliau. Meski cuma bisa telpon, tapi denger suaranya rasanya bikin gw tenang. Semenjak beliau jauh, gw jadi ngga pernah sungkan bilang “bangga”, “sayang”, dan “kangen” sama bokap. Karena ngga tiap hari gw bisa ketemu beliau. Kuantitas kita ketemu ngga banyak, tapi yang penting kualitas dari waktu yang kita pake saat kita berkomunikasi..

Duh, lebay ya. But it’s true, folks…

***

Dipeluk ato Dipalak Bencong? June 19, 2009

Posted by Mitha in silly-mind.
Tags: ,
1 comment so far

ampun gan!

Ini neh, kerjaan aneh-aneh Tim Prambors. Di tengah-tengah jeda siaran pukul 8.30 ada sisipan konsensus gitu deh. Pertanyaanya sesuai judul, “Dipeluk ato dipalak bencong?”

Artinya ya milih yang mana gitu, asli gw ngakak dengerinnya. Syukur deh kagak keselek butter cookies yang lagi gw cemilin. (knapa gw lupa punya kue ini?)

Responnya beda-beda, cuy! Beneran dimanfaatkan deh tu UUD 45 pasal 28!

“Berapapun deh asal jangan di peluk bencong!”

“Wah daripada kehilangan uang, mendingan dipeluk bencong, deh!”

“Dipalak bencong!”

“Ihh, amit-amit di peluk bencong! Dipalak aja deh gw!”

Hahaha, kira-kira gitu lah. Sampah banget. Tapi bikin gw ketawa parah dan pusing akibat insomnia gw jadi agak reda (tidur jam 3 pagi bangun jam setengah 6 pagi ga enak juga).

Coba kita lihat, kayaknya yang milih dipeluk tuh brarti cewek, ngga ada duit, males ngeluarin duit, lagi berhemat buat beli batere laptop, ada sang pacar, ato malah…. bencong jugaa….! Terus yang milih dipalak (yg mana gw pilih ini) pasti itu cowok! Yakin gw, sobat cowo gw juga responnya langsung milih dipalak aja. Amit-amit kayanya dipeluk bencong. Ya iyalah! Gw sering ketemu tuh, di gelap nyawang pernah, di pelesiran pernah, di jalan bawah fly-over juga pernah. Serem deh! Berkedok wanita tapi gahar, man!

Aduh pasti kocak banget kalo ngeliat muke temen gw lagi dipeluk bencong! Kagak berhenti ketawa gw… :P lol.

***

PS: kalo berminat liat yang lebih parah di sini.

Bumi pasti seneng, nih. June 18, 2009

Posted by Mitha in Uncategorized.
7 comments

Yapp! Karena penyakit yang setia menjangkit bumi salah satunya adalah gara-gara plastik. Iya, polimer yang satu ini kabarnya susah diuraikan gitu, deh. Jadi inget UTS Kimia nih, males, haha. Nah, tadi siang gw ke tempat pengisian ulang tinta printer. Sebut saja Veneta System. Toko ini logonya daun empat gitu, bahasa inggrisnya Clover. Gw udah langganan ngisi tinta printer di toko itu, kalo di Bogor deket sama rumah, kayak dari Kanayakan ke Simpang lah. ;) Kan kalo udah diisi ulang tintanya, dikasih plastik sama mbak-mbaknya. Biasanya sih gw nolak, di gramed aja gw nolak. Alhasil si mas-mas cleaning service heran gitu, ngiranya gw maling, wakaka. Back to topic, plastiknya tuh kayak gini:

ini tetep plastik, gan!

Liat deh, tulisannya membuat gw sayang banget sama plastik ini. Iyalah! Soalnya seandainya semua plastik kayak gini, Mamah Bumi pasti seneng banget nerimanya….. Coba deh liat plastik kresek item. Ya ampun baunya ngga enak. Denger-denger itu dibuatnya dari limbah. Terus kalo dibakar, kayaknya asepnya jadi racun tuh :( Mana di alam terbuka yang terlihat bagus dari jauh, kalo dideketin ternyata ada plastik item tergeletak atau nyangkut. Apalagi di sungai, banyak plastik item dan merah jadi pengganti ikan-ikan. MasyaAllah.

Bahan plastik yang satu ini beda gitu, kalo dipegang ngga terlalu licin, ada serat kasar gitu. Mungkin itu ya yang bikin plastik ini degradable ^^ Lihat deh proses penguraiannya, 10 minggu, gan! Sedangkan plastik yang konvensional itu butuh bertahun-tahun untuk terurai secara alami! Ada juga sumber yang bilang kalo plastik tuh 100 tahun terurainya. Lah?! Lama banget kan? Kasihan Mamah Bumi nadahin-nya…

Gw jadi penasaran deh plastik ini dibuat dari apa, lain waktu deh gan, gugling tentang plastik degradable. Sementara, mo sharing dulu aja skarang, kalo ternyata plastik degradable udah memasyarakat. ;)

***