Aku yang Tak Boleh Menyerah

Harus kulewati semak berduri ini

Entah luasnya lima hektar atau sebesar bumi

Setiap detik aku bisa saja menyerah dan kembali

Kembali ke sarang yang empuk dan nyaman

Dan yang datang sendiri

Pihak lain takkan mengerti, bahwa yang kulalui bisa melukai

Pihak lain hanya melihatku tanpa suara

Tak ada yang tahu sulitnya ini

Aku tahu setiap saat aku bisa menyerah

Menyerah pada perbedaan

Menyerah pada keterasingan

Tapi tidak, janjiku tetaplah janji

Aku layak mendapatkan ini

Aku memang dihukum melewati semak berduri

Inilah yang harus kuraih agar semuanya imbas

Dan semoga pihak-pihak yang pernah ada itu menemukan kebahagiaan masing-masing

Aku bisa saja menyerah, tapi tidak sekarang

Tidak jika batas yang kutentukan belum dilewati

Aku harus bisa menopang sendiri

Aku harus bisa melupakan goresan duri yang memar di lenganku

Walau harapan akan padang perdu dan mata air sayup-sayup tertutup kabut di otakku

Saya harap tidak ada yang mengerti arti puisi asal-asalan ini.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.